Waspadai Bila Mama Diabetes

Sejak trimester awal kehamilan, pertengahan, dan trimester akhir penting bagi mama hamil penderita diabetes untuk selalu mengecek gula darahnya. Tujuannya tentu agar tercapai kestabilan. Gila darah yang naik turun dan tak terkendali bisa mengganggu kesejahteraan janin. Jika janin mengalami gangguan karena kadar gula darah mama yang turun naik, ia masih memiliki waktu 1-2 hari untuk bertahan.

Sebaliknya, kondisi gula darah yang tidak stabil dan berlangsung lama akan membuat kondisi janin drop dan membuatnya bisa saja tiba-tiba tidak bergerak. Jadi, untuk para diabetesi, Jika terdeteksi janin tidak bergerak, mohon langsung mengecek kadar gula darah. Lalu lakukan penanganan yang diperlukan atau segeralah berkonsultasilah pada dokter untuk tindakan lebih lanjut.

Kapan Janin Mulai bergerak

Di usia kehamilan 11—12 minggu janin mulai bergerak, tapi karena masih terlalu kecil dan ruang rahimnya masih luas, gerak janin sering kali tidak dirasakan oleh Mama. Mendekati usia kehamilan 5 bulan (20 minggu), Mama sudah bisa merasakan gerakannya. Perut Mama akan terasa bergoyang-goyang ringan saat ia bergerak. Mama yang baru pertama kali hamil, biasanya bisa merasakan gerakan janin di atas usia kehamilan 20—22 minggu.

Hal ini tidak sama dengan Mama yang sudah pernah hamil sebelumnya karena lebih bisa dengan cepat merasakan gerakan janinnya yaitu pada rentang waktu usia kehamilan 19 sampai 20 minggu. Mama yang langsing, umumnya bisa merasakan gerakan janin lebih dini ketimbang Mama yang gemuk. Hal ini karena pada orang gemuk banyak lemak yang melapisi tubuhnya.

Kok lebih Aktif

Setelah terbiasa mengamati gerakan sang buah hati. Mama pasti bisa merasakan apabila gerakannya terasa lebih aktif. Kenapa bisa begitu ya? Ini beberapa alasannya: – Jika Mama bergerak terlalu aktif, janin juga merasakan keaktifan ini. Ia bergerak lebih cepat seolah memberi tanda, “calm down, Mama”. Setelah Mama duduk tenang dan relaks, gerakan janin pun menjadi tenang. – Janin bergerak cepat juga bisa karena Mama gelisah. Secara psikis tekanan yang dirasakan Mama, juga dirasakan olehnya. Jadi, cobalah untuk bersantai ya Mam.

Saat Janin Jarang Bergerak Saat gerakan janin lebih sedikit dari biasanya, ada kemungkinan ia kekurangan oksigen. Kondisi ini bisa disebabkan beberapa hal seperti Mama mengalami gangguan gula darah, tekanan darah meningkat, mengalami infeksi, dan sebagainya. Untuk merangsang gerakannya kembali, coba lakukan rangsangan fi bro-taktil (gerakan dan getaran). Ajak janin bicara, sambil usap-usap perut Mama atau menggoyangkannya. Perhatikan apakah ada repons. Jika tidak, segeralah ke dokter. Tak perlu menunggu lama. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, kesejahteraan janin akan tetap terjaga.

Simak informasi berikut ini mengenai tempat kursus terbaik bahasa Jerman di Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *