Permasalahan Kebersihan Lingkungan Indonesia

 

Pepatah mengatakan, kebersihan adalah sebagian dari Iman. Artikel ini akan membahas mengenai permasalahan kebersihan lingkungan Indonesia.

Indonesia adalah negara dengan tingkat penduduk yang tinggi, namun tingkat kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dapat dibilang cukup rendah seperti tidak membuang sampah pada tempat sampah organik dan anorganik.

Ini dibuktikan oleh masih banyaknya pemukiman kumuh di perkotaan ketimbang daerah yang tergolong bersih dan rapih.

Menurut survey yang dilakukan, pemukiman kumuh di Indonesia saat ini mencapai 38.641 hektar. Pemukiman kumuh ini banyak dijumpai di pulau Jawa yang tingkat kepadatan penduduknya tinggi.

Permasalahan Kebersihan Lingkungan Indonesia

Permasalahan kebersihan lingkungan adalah permasalahan yang komples. Untuk mengatasinya dibutuhkan kerjasama dari berbagai sektor terkait:

  1. Makan dan Minum.

Kesadaran lingkungan yang pertama adalah menangani makanan yang kita konsumsi dan masuk ke tubuh kita yang harus memenuhi hygiene sanitasi.

Pengolahan harus memenuhi persyaratan, alat pengolahan bersih, tempat pengolahan makanan bersih, makanan tidak mengandung bahan kimia berbahaya dan lain-lain.

  1. Serangga dan Binatang Pengganggu

Serangga dapat membawa berbagai macam virus dan penyakit. Misalnya pinjal tikus untuk penyakit pes/sampar, Nyamuk Aedes sp untuk Demam Berdarah Dengue (DBD), dan Nyamuk Anopheles sp untuk penyakit Malaria. Maka dari itu menjaga daerah kita dari serangga adalah sangat penting.

  1. Pembuangan Sampah.

Pembuangan dan pengolahan sampah harus memenuhi kaidah teknik pengolahan sampah. Karena sampah adalah tempat hinggapnya berbagai kuman dan bakteri yang dapat membahayakan tubuh kita.

Pengolahan sampah bisa dengan ditimbun, disimpan atau dikumpulkan menjadi sampah non organik yang dapat di daur ulang.

  1. Pembuangan Kotoran.

Pembuangan tinja kini mulai banyak digerakan oleh badan kesehatan seperti puskesmas. Puskesmas gencar menggalakan gerakan buang air besar di jamban.

Hal ini dikarenakan, tinja mengandung banyak sekali bakteri sehingga pembuanganya pun tidak boleh di sembarang tempat.

Masyarakat kita pada zaman dahulu sering membuang tinja di kolam ikan. Hal ini cukup berbahaya karena tinja yang dimakan ikan tidak serta- serta merta langsung terurai, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk ikan dapat mengurai tinja.

Terlebih berbagai virus dan bakteri yang dapat mengancam kesehatan ikan dan kesehatan pengonsumsi ikan tersebut. Maka dari itu membuang tinja di kolam ikan sangat tidak dianjurkan

Demikian artikel tentang permasalahan kebersihan lingkungan Indonesia semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *