Perilaku Anak yang Bikin Mama Stres

ausbildungaupair.com – • Devy Listyarini, ibunda Fajar Aditya Nugraha (20 bulan) “Fajar mulai main tangan kepada teman sebayanya, padahal tidak pernah aku mencontohkan, mungkin dia melihat temannya sehingga melakukan itu. Masalahnya, saudara sepupunya yang dijambak itu tidak pandang usia juga gender, malah sering menangis setelah dijambak Fajar. ”

  • Lindya Dories Yuliandari, ibunda Auliya Frea Kireyna (4,4) “Anakku minta ditungguin dalam kelas (TK) dan belum mau bergaul dengan teman-temannya.”
  • Ika Okta Hermawati, ibunda Naufal Azka Naryama (4,3) “Kalau disuruh sekolah susahnya minta ampun, tapi kalau sudah di sekolah malah enggak mau pulang. Tiap hari saya harus ada cara agar mood-nya bagus biar sekolah enggak telat.”

Saran Pakar:

“Kemampuan berkomunikasi batita belum berkembang, sehingga umumnya ia mengalami kesulitan ketika ingin mengungkapkan sesuatu. Alhasil, tangan atau tubuhnya yang bergerak. Anak perlu diarahkan berbicara dan berikan pengetahuan bahwa dijambak itu sakit, sehingga anak mengetahui sakitnya dijambak. Harapann ya, anak tidak akan menjambak lagi.

Permasalahan lain, bersosialisasi di sekolah, ketika sekolah merupakan lingkungan pertamanya di luar rumah, maka wajar kalau anak bingung. Perlu bimbingan orangtua agar anak merasa nyaman dengan lingkungan. Untuk awal perlu pendampingan orangtua, setelah anak merasa nyaman, ia pun akan beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Agar anak nyaman di lingkungan sekolah, orangtua perlu menumbuhkan rasa percaya diri anak. Caranya, sehari-hari beri kesempatan pada anak untuk mencoba pilih baju, pilih makanan, dengan demikian ia akan memiliki keberanian untuk mengambil keputusan dan melatih dirinya untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya.”

Wah setuju banget dengan apa yang disampaikan Mba Nina. Seperti Itulah yang dulu dilakukan oleh mamaku ketika aku kecil. Aku masih ingat betul betapa Mama dulu selalu mengajari aku kebiasaan2 yang baik dan aku bisa merasakan manfaatnya ketika aku dewasa kini. Karena itulah aku pun selalu berusaha mengajari Sheemar kebiasaan2 baik sejak dini.

Seperti menjabat tangan/salim pada orang yang lebih tua, dan berperilaku baik serta ramah pada lingkungannya. Membiasakan Sheemar mengucapkan kata2 yang santun seperti maaf, permisi, tolong dan terima kasih juga sudah aku mulai sejak dini. Kalau dari segi kebersihan dan kesehatannya, aku selalu membiasakan Sheemar makan makanan yang sehat setiap hari untuk mengoptimalkan pertumbuhannya, membiasakan Sheemar makan sayur dan buah, dan yang tak kalah penting adalah disiplin untuk mengajaknya menggosok gigi sebelum tidur agar kesehatan gigi dan mulutnya selalu terjaga.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *